Temu Teknologi PENAS XVII : Dorong Inovasi Pertanian Modern untuk Swasembada Pangan Berkelanjutan
Gorontalo, 21 Juni 2026 — Kegiatan Temu Teknologi dalam rangkaian Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII resmi dibuka pada Sabtu, 21 Juni 2026, bertempat di Aula BWS Sulawesi II, Gorontalo. Kegiatan yang berlangsung mulai tanggal 21 hingga 23 Juni 2026, ini mengangkat tema Transformasi Pertanian Modern Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan dan dihadiri oleh petani, nelayan, penyuluh, akademisi dan pelaku usaha dari berbagai daerah.
Acara pembukaan dihadiri oleh Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Prof. Fadjry Djufry, yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi, didampingi oleh Kepala BRMP Sistem, Dr. Muhammad Thamrin, selaku Ketua Seksi II Gelar dan Temu Teknologi.
Dalam laporan panitia, Koordinator PENAS Bidang IV Pengembangan Teknologi dan Kualitas Agribisnis, H. Chairul Anam, S.H., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada BRMP atas dukungan penuh terhadap Bidang IV dalam penyelenggaraan PENAS XVII, baik dalam kegiatan Gelar Teknologi maupun Temu Teknologi. Ia juga menegaskan bahwa Temu Teknologi merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Gelar Teknologi yang berfungsi sebagai forum penyampaian hasil-hasil kajian sekaligus wahana untuk menumbuhkan semangat inovasi bagi petani dan nelayan Indonesia.
Pada sambutan pembukaannya, Prof. Fadjry Djufry menyampaikan bahwa PENAS XVII kali ini memiliki keistimewaan tersendiri. Sehari sebelumnya, pada 20 Juni 2026, Wakil Presiden Republik Indonesia telah secara resmi membuka PENAS XVII, menandai dimulainya perhelatan akbar petani dan nelayan nasional tersebut. Lebih dari itu, Presiden Republik Indonesia dijadwalkan hadir langsung pada puncak acara PENAS XVII yang akan berlangsung pada 24 Juni 2026. "PENAS kali ini spesial, karena dihadiri langsung oleh Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia," ujar Prof. Fadjry. Kehadiran dua pemimpin tertinggi negara ini, menurutnya, merupakan bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap petani, khususnya dalam mendorong kemandirian dan ketahanan pangan nasional.
Pada hari pertama pelaksanaan, 21 Juni 2026, Temu Teknologi menghadirkan dua topik utama dari BRMP, yakni Model Pertanian Modern — Advance Agriculture System (PM-AAS) dan Teknologi Budi Daya Bawang Putih. Kedua sesi materi tersebut mendapat respons yang sangat antusias dari peserta. Tercatat lebih dari 150 peserta hadir dan terlibat aktif dalam sesi tanya jawab, dengan beragam pertanyaan yang mencerminkan tingginya keingintahuan dan semangat para petani dalam mengadopsi teknologi pertanian terkini.
Temu Teknologi PENAS XVII diharapkan menjadi momentum strategis bagi percepatan adopsi inovasi pertanian di tingkat lapangan, sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga penelitian, penyuluh, dan petani dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.