BRMP Sistem Tinjau Calon Lokasi Demplot KMP ICARE di Soppeng
Soppeng, 9 Juli 2026 – Tim BRMP Sistem melakukan peninjauan lapangan ke Desa Enrekeng, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, pada Kamis (9/7), untuk menilai kesiapan lokasi yang direncanakan sebagai titik demplot Klinik Modernisasi Pertanian (KMP) dalam program ICARE. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil koordinasi bersama Kepala BRMP Sulawesi Selatan yang dilaksanakan sehari sebelumnya.
Pendekatan demplot dipilih agar petani dapat menyaksikan langsung penerapan teknologi dan inovasi pertanian dalam kondisi lapangan yang nyata, bukan sekadar teori di atas kertas.
Peninjauan lokasi dilakukan bersama Kelompok Tani Tamrin Desa Enrekeng di lahan seluas 1,5 hektar yang akan digunakan sebagai titik demplot. Berdasarkan hasil peninjauan, tanaman padi di lahan tersebut saat ini berumur kurang lebih dua bulan dengan varietas yang digunakan yaitu Inpari 32 HDB serta telah menerapkan sistem tanam jajar legowo.
Dari hasil diskusi di lapangan, diketahui bahwa lahan tersebut diperkirakan akan memasuki masa panen pada bulan Agustus 2026 dan lahan berpotensi kembali digunakan untuk musim tanam berikutnya mulai September 2026. Hal ini membuka peluang bagi penerapan teknologi baru sejak awal siklus tanam yang dihadirkan melalui kegiatan KMP ICARE.
Ketersediaan air di lokasi menjadi salah satu faktor utama. Sumber air irigasi lokasi berasal dari sumur bor yang dialirkan menggunakan pompa.
Selain meninjau kesiapan lahan, tim juga menggali informasi mengenai kondisi budidaya dan tantangan yang dihadapi petani. Beberapa hama yang kerap menyerang tanaman di lokasi tersebut antara lain tikus dan penggerek batang padi.
Sebagai langkah awal identifikasi, tim juga melakukan pengambilan sampel tanah untuk diuji lebih lanjut. Hasil pengujian tanah nantinya diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi teknis budidaya serta mendukung penerapan teknologi yang lebih tepat pada demplot KMP.
Melalui peninjauan lapangan ini, diharapkan lokasi demplot KMP yang akan digunakan dalam kegiatan ICARE dapat benar-benar memenuhi kebutuhan teknis dan operasional di lapangan, sehingga mampu menjadi sarana pembelajaran, pendampingan, dan penerapan inovasi pertanian modern bagi petani di Sulawesi Selatan.