BRMP Sistem Gelar Bimtek, Fokus Perkuat Manajemen Kelembagaan Petani Calon Pengurus Koperasi
Dalam rangka memperkuat kelembagaan ekonomi petani melalui Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE), Balai Besar Pengembangan Sistem Modernisasi Pertanian (BRMP Sistem) melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) manajemen koperasi dan tata kelola kelembagaan bagi calon pengurus koperasi di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, pada 1–4 Juli 2026.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas hasil identifikasi permasalahan kelembagaan petani yang menunjukkan masih lemahnya administrasi organisasi, rendahnya transparansi pengelolaan koperasi, terbatasnya kapasitas pengurus, serta perlunya regenerasi kepengurusan dari kalangan petani muda. Melalui kegiatan ini diharapkan terbentuk koperasi petani yang profesional, transparan, akuntabel, dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Bimbingan teknis diikuti oleh 32 peserta yang terdiri atas calon pengurus koperasi Kecamatan Marioriawa dan Kecamatan Ganra. Bimtek ini juga melibatkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) serta Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng sebagai mitra BRMP Sistem.
Pada sesi pertama narasumber dari Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kabupaten Soppeng, Andi Wandy Irwandy menyampaikan materi mengenai dasar-dasar perkoperasian dan proses pendirian koperasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Materi mencakup bentuk dan jenis koperasi, prinsip-prinsip koperasi, syarat pendirian, penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), hak dan kewajiban anggota, hingga tahapan memperoleh badan hukum koperasi.
Pada sesi berikutnya, Sahruni dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng menyampaikan materi mengenai tata kelola kelembagaan koperasi pertanian. Peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas, profesionalisme, dan partisipasi anggota dalam pengelolaan koperasi. Selain itu, materi juga menekankan pentingnya administrasi organisasi yang tertib, pengelolaan keuangan yang transparan, penyusunan program kerja tahunan, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung tata kelola koperasi yang lebih efektif dan efisien.
Melalui pelaksanaan kegiatan ini, terjadi peningkatan pemahaman peserta mengenai manajemen koperasi, tata kelola kelembagaan, serta proses pembentukan koperasi berbadan hukum. Peserta juga memahami pentingnya administrasi organisasi, pengelolaan keuangan yang akuntabel, penyusunan program kerja, serta pelaksanaan rapat anggota secara berkala. Selain itu, berhasil diidentifikasi berbagai potensi usaha yang dapat dikembangkan sebagai unit bisnis koperasi, sekaligus tumbuh komitmen para calon pengurus untuk menyelesaikan proses legalisasi dan mengembangkan koperasi secara profesional.