Strategi Percepatan Swasembada Pangan Kab. Bulukumba dalam Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani
Bulukumba, 16 Juni 2026 – Dalam rangka mendukung percepatan pencapaian target Luas Tambah Tanam (LTT) dan swasembada pangan nasional, Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kabupaten Bulukumba, Dr. Ir. Muhammad Thamrin, M.Si., melaksanakan tinjauan lapangan dan koordinasi di sejumlah wilayah sentra pertanian Kabupaten Bulukumba. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi pertanaman, infrastruktur pendukung, serta berbagai potensi dan kendala yang dihadapi petani dalam meningkatkan produksi pangan.
Tinjauan pertama dilakukan di kawasan pertanian Desa Gantarang yang memiliki areal pertanaman padi seluas 33 hektare dengan varietas Inpari 32. Pada kesempatan tersebut, tim mencermati perkembangan pertanaman serta kondisi pengelolaan lahan oleh petani. Saat ini petani di kawasan tersebut umumnya masih menerapkan pola tanam dua kali padi dan satu kali palawija dalam satu tahun. Dengan dukungan pengelolaan air dan budidaya yang lebih optimal, peluang peningkatan indeks pertanaman dinilai masih terbuka.
Selain Desa Gantarang, kegiatan tinjauan juga dilaksanakan di wilayah Kecamatan Kajang yang memiliki potensi lahan sawah sekitar 1.000 hektare. Berdasarkan hasil pengamatan, sekitar 50 persen kegiatan penanaman di wilayah tersebut telah memanfaatkan alat dan mesin pertanian. Tim juga melihat langsung kondisi jaringan irigasi tersier di kawasan persawahan Sangkala yang menjadi salah satu sumber pengairan bagi petani setempat. Varietas yang banyak dikembangkan petani di wilayah ini antara lain Inpari 32 dan Cakrabuana yang menunjukkan performa pertumbuhan dan hasil panen yang cukup baik.
Meski memiliki potensi besar, sejumlah kendala masih menjadi perhatian dalam pengembangan pertanian di Kecamatan Kajang. Ketersediaan alat dan mesin pertanian, khususnya combine harvester, masih sangat terbatas. Saat ini wilayah tersebut hanya memiliki satu unit combine harvester, sementara sebagian besar petani masih melakukan panen secara manual. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri terutama ketika terjadi banjir yang berpotensi menyebabkan kehilangan hasil panen. Pemanfaatan mesin panen dinilai dapat membantu mempercepat proses panen sekaligus mengurangi kehilangan hasil sehingga produktivitas petani dapat lebih optimal.
Dalam diskusi bersama penyuluh dan petani, disampaikan pula pentingnya pengusulan kembali bantuan alat dan mesin pertanian melalui penyusunan data Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) yang lebih lengkap dan akurat. Selain itu, usulan bantuan combine harvester untuk beberapa desa yang belum memiliki sarana panen juga menjadi perhatian. Sebagai langkah antisipasi terhadap risiko banjir dan keterbatasan sarana, petani didorong untuk menjalin kerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam penyediaan alsintan yang dapat dimanfaatkan secara bersama.
Permasalahan lain yang ditemukan di lapangan adalah keterbatasan sumber air, terutama saat musim kemarau. Meskipun terdapat potensi sumber air, biaya operasional pompa yang cukup tinggi menjadi kendala bagi petani dalam memanfaatkannya secara optimal. Oleh karena itu, pengembangan sistem irigasi berbasis energi surya diharapkan dapat menjadi solusi dalam menekan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan air. Selain itu, petani juga menghadapi tantangan berupa kondisi sungai yang berdekatan dengan laut sehingga pada saat pasang air sungai berpotensi tercampur air laut. Hal ini mendorong perlunya pengembangan varietas yang lebih adaptif serta dukungan infrastruktur irigasi yang lebih baik.
Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kabupaten Bulukumba menegaskan bahwa kegiatan tinjauan lapangan merupakan bagian penting dalam memastikan data capaian LTT selaras dengan kondisi riil di lapangan. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai peluang dan kendala yang perlu segera ditindaklanjuti guna mendukung percepatan swasembada pangan.
Dengan sinergi antara pemerintah, penyuluh pertanian, petani, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan potensi pertanian Kabupaten Bulukumba dapat dimaksimalkan sehingga target Luas Tambah Tanam dan peningkatan produksi pangan dapat tercapai secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan tinjauan dan koordinasi ini, diharapkan berbagai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi petani dapat menjadi bahan perbaikan program ke depan. Optimalisasi pemanfaatan lahan, penguatan infrastruktur pengairan, peningkatan mekanisasi pertanian, serta pendampingan berkelanjutan diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan petani Kabupaten Bulukumba.