BRMP Sistem Gelar Workshop Penyusunan Rencana Bisnis untuk Dorong Korporasi Tani Berbasis Koperasi
Soppeng, 23 Oktober 2026 – BRMP Sistem mendorong penguatan kelembagaan dan pengembangan usaha koperasi tani melalui Workshop Penyusunan Rencana Bisnis yang dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) untuk mendukung pengembangan korporasi petani berbasis koperasi. Workshop ini diikuti oleh 120 peserta yang terdiri atas perwakilan Dinas TPHPKP Kabupaten Soppeng, tim kerja penyuluh, koordinator BPP Kecamatan Ganra dan Marioriawa, penyuluh pertanian lapangan (PPL), fasilitator ICARE, pengurus Koperasi Produsen Tani Tujuh Sembilan Enrekeng dan Koperasi Produsen Tani Puncak Mario, serta perwakilan petani dari kedua wilayah.
Kepala BRMP Sistem Dr. Ir. Muhammad Thamrin, M.Si, dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan, menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan mempercepat perkembangan koperasi tani, baik dari sisi kelembagaan maupun pelaksanaan usaha. Kedua koperasi diharapkan mampu memfasilitasi kebutuhan anggota dari hulu hingga hilir melalui unit usaha yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan petani. BRMP Sistem juga menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian sebagai pendamping di lapangan untuk memberikan arahan dan mendorong pengurus serta anggota agar aktif menjalankan tugas dan fungsi koperasi.
Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan materi Orientasi Perkoperasian dan Penyusunan Rencana Bisnis bagi Koperasi dan Petani yang disampaikan oleh Salman Samad dan Bachtiar Baso dari UPT PLUT KUMKM. Pembahasan mencakup prinsip dan tata kelola koperasi, manfaat berkoperasi bagi petani, serta penyusunan model bisnis yang berorientasi pada kebutuhan anggota. Sejumlah peluang usaha yang dibahas meliputi penyediaan sarana produksi pertanian (saprodi), pelayanan mekanisasi pertanian, pengumpulan hasil panen untuk meningkatkan posisi tawar petani, serta pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah. Materi ini diharapkan dapat membantu pengurus koperasi mengenali potensi usaha dan menyusun rencana bisnis yang realistis serta sesuai dengan kebutuhan anggotanya.
Melalui kegiatan ini, BRMP Sistem menegaskan pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi Koperasi Produsen Tani Tujuh Sembilan Enrekeng dan Koperasi Produsen Tani Puncak Mario. Tindak lanjut yang perlu dilakukan meliputi penyempurnaan rencana bisnis, pemantauan perkembangan koperasi, pelaporan kendala di lapangan, serta penguatan koordinasi antara pengurus, penyuluh, fasilitator ICARE, dan instansi terkait.
BRMP Sistem berharap workshop ini menjadi langkah nyata dalam mendorong kedua koperasi mengembangkan usaha yang terencana, memperkuat pelayanan kepada anggota, dan meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian. Dengan dukungan pendampingan dan kerja sama berbagai pihak, koperasi tani di Kabupaten Soppeng diharapkan dapat tumbuh menjadi kelembagaan ekonomi petani yang mandiri dan berkelanjutan.