Tindak Lanjut Bimtek di Soppeng, Identifikasi Lima Calon Lokasi Penangkaran Benih
Soppeng, Sulawesi Selatan – Upaya memperkuat kapasitas petani dan mendorong keberlanjutan modernisasi pertanian terus dilakukan melalui kegiatan tindak lanjut bimbingan teknis (bimtek) di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, pada 8–9 Oktober 2026. Kegiatan ini melibatkan 19 petani sebagai responden dari Kecamatan Ganra dan Kecamatan Marioriawa untuk mengidentifikasi potensi pengembangan usaha tani serta kebutuhan pendampingan lanjutan.
Di Kecamatan Ganra, kegiatan yang diikuti oleh 9 responden didominasi peserta bimtek perbenihan. Hasil identifikasi menunjukkan terdapat empat calon lokasi lahan yang berpotensi dikembangkan sebagai penangkar benih. Potensi ini menjadi langkah awal untuk memperkuat ketersediaan benih bermutu di tingkat petani. Namun, pengembangan lokasi tersebut masih memerlukan pendampingan, terutama untuk meningkatkan pemahaman petani mengenai persyaratan teknis dan ketentuan penangkaran benih.
Sementara itu, kegiatan di Kecamatan Marioriawa melibatkan 10 responden yang didominasi peserta bimtek perbengkelan. Kondisi ini membuka peluang penguatan kapasitas petani melalui pendampingan lanjutan di bidang perawatan dan perbaikan alat dan mesin pertanian (alsintan), sekaligus pengembangan layanan yang mendukung rantai nilai pertanian. Pada lokasi ini juga teridentifikasi satu calon lahan yang berpotensi dikembangkan sebagai penangkar benih.
Hasil kegiatan di kedua kecamatan tersebut mengidentifikasi lima calon lokasi penangkaran benih yang perlu ditindaklanjuti melalui verifikasi kelayakan dan pendampingan teknis. Ke depan, penguatan penerapan PM-AAS, tata kelola koperasi, dan perbengkelan diharapkan dapat dilakukan secara terpadu untuk mendukung pengembangan usaha petani, memperkuat kelembagaan ekonomi, serta mendorong modernisasi pertanian yang berkelanjutan di Kabupaten Soppeng.