Program ICARE Perkuat Identifikasi Risiko Lingkungan dan Sosial melalui Screening ESF di Soppeng
Soppeng, 3 September 2026 — Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) terus memperkuat penerapan aspek lingkungan dan sosial dalam pelaksanaan program melalui Environmental and Social Framework (ESF). Screening ESF dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan koordinasi dan pendampingan kelembagaan petani di Kabupaten Soppeng untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi, potensi risiko, serta kebutuhan penerima manfaat di tingkat lapangan.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui koordinasi bersama kelembagaan petani, penguatan pendampingan melalui site facilitator, serta pelaksanaan screening ESF bersama petani. Kegiatan tersebut mencakup pertemuan dengan Koperasi Produsen Tani Tujuh Sembilan Enrekang di Kecamatan Ganra dan Koperasi Tani Puncak Mario di Kecamatan Marioriawa.
Di Koperasi Produsen Tani Tujuh Sembilan Enrekeng, kegiatan diawali dengan penandatanganan perjanjian kerja antara BRMP Sistem dengan fasilitator untuk mendukung pendampingan, koordinasi, dan pelaksanaan Program ICARE di wilayah Soppeng. Dalam rangkaian kegiatan yang sama, dilakukan screening Environmental and Social Framework (ESF) bersama petani melalui diskusi dan pengisian kuesioner.
Screening ESF dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai berbagai aspek yang berkaitan dengan kondisi penerima manfaat, antara lain karakteristik petani dan kelembagaan tani, kondisi lingkungan dan aktivitas pertanian, penggunaan pupuk dan pestisida, kondisi serta akses terhadap lahan, kesehatan dan keselamatan, serta partisipasi dan inklusi kelompok penerima manfaat.
Informasi tersebut menjadi bahan penting untuk mengidentifikasi potensi risiko lingkungan dan sosial yang mungkin muncul dalam pelaksanaan kegiatan ICARE. Selain itu, hasil screening dapat digunakan untuk melihat kebutuhan pendampingan dan menentukan langkah mitigasi yang sesuai dengan kondisi penerima manfaat di lapangan.
Pelaksanaan screening ESF juga menjadi bagian dari upaya untuk memastikan bahwa kondisi dan kebutuhan petani dapat dipertimbangkan dalam pelaksanaan program. Melalui proses diskusi secara langsung, petani memiliki ruang untuk menyampaikan kondisi, pengalaman, maupun kendala yang berkaitan dengan aktivitas pertanian dan lingkungan sosial di wilayahnya.
Sementara itu, di Koperasi Tani Puncak Mario, Kecamatan Marioriawa, kegiatan dilaksanakan melalui diskusi bersama ketua dan pengurus koperasi. Pembahasan mencakup kondisi dan perkembangan koperasi serta kebutuhan kelembagaan dalam mendukung pelaksanaan Program ICARE. Koordinasi ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan komunikasi antara tim pelaksana, fasilitator, dan kelembagaan petani di tingkat lapangan.
Kehadiran site facilitator di tingkat lapangan diharapkan dapat memperkuat pendampingan secara lebih dekat, termasuk membantu koordinasi dengan kelembagaan petani, mendukung proses pengumpulan informasi, serta mengidentifikasi kebutuhan dan potensi risiko yang perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan program.
Melalui integrasi screening ESF dengan kegiatan koordinasi dan pendampingan kelembagaan petani, Program ICARE diharapkan dapat memastikan bahwa aspek lingkungan dan sosial menjadi bagian yang diperhatikan sejak tahap awal pelaksanaan kegiatan.