Dorong Pertanian Ramah Lingkungan, KMP BRMP Sistem Gelar Pelatihan APH
Tubaba, 3 September 2026 – ICARE BRMP Sistem menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Agen Pengendali Hayati (APH) bagi penyuluh dan petani pelaksana demplot Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) di BPP Tumijajar, Kamis (3/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat penerapan pertanian modern yang lebih ramah lingkungan.
Bimtek menghadirkan empat materi utama, yaitu pemanfaatan bakteri Paenibacillus polymyxa, pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR), inokulasi Trichoderma sp., dan pembuatan mercon asap tikus sebagai metode pengendalian hama secara alami. Materi disampaikan oleh dua narasumber dari LPTPH Semuli Raya, yaitu Siti Nuryani, SP., dan Sri Suharianti, SP.
Kegiatan dilaksanakan dengan metode praktik langsung. Peserta mengikuti seluruh tahapan pembuatan dengan didampingi narasumber, mulai dari penyiapan bahan dan alat, proses sterilisasi, hingga tahapan pembuatan masing-masing agen pengendali hayati.
Pada praktik pembuatan Paenibacillus polymyxa, peserta diperkenalkan pada tahapan penyiapan bahan dan proses perbanyakan bakteri. Salah satu hal yang ditekankan narasumber adalah pentingnya menjaga sterilitas selama proses pembuatan untuk mencegah masuknya mikroorganisme lain yang dapat mengganggu pertumbuhan dan kualitas agen hayati yang dihasilkan.
Hal serupa diterapkan pada praktik pembuatan PGPR. Peserta mempraktikkan setiap tahapan pembuatan sekaligus memahami pentingnya kebersihan bahan, alat, dan wadah yang digunakan. Proses sterilisasi menjadi bagian penting untuk meminimalkan kontaminasi sehingga mikroorganisme yang diharapkan dapat berkembang dengan baik.
Dalam praktik inokulasi Trichoderma sp., peserta juga melakukan tahapan pembuatan dengan memperhatikan prosedur steril. Narasumber menekankan bahwa kebersihan media, peralatan, dan lingkungan kerja perlu dijaga untuk mencegah kontaminasi selama proses inokulasi dan perbanyakan Trichoderma sp.
Sementara itu, peserta mempraktikkan pembuatan mercon asap tikus mulai dari penyiapan bahan hingga proses pencampuran dan pembuatannya. Praktik ini bertujuan memberikan keterampilan kepada peserta dalam menyiapkan alternatif pengendalian tikus yang dapat dibuat secara mandiri dengan memanfaatkan bahan yang tersedia.
Seluruh rangkaian praktik berlangsung secara interaktif. Peserta terlibat langsung dalam proses pembuatan dan dapat berdiskusi dengan narasumber mengenai tahapan kerja, penggunaan bahan, serta hal-hal yang perlu diperhatikan untuk memperoleh hasil yang baik. Penekanan terhadap proses sterilisasi pada pembuatan Paenibacillus polymyxa, PGPR, dan Trichoderma sp. menjadi salah satu bagian penting untuk memastikan agen hayati yang dihasilkan tidak mudah terkontaminasi.
Dalam arahannya, Ketua Tim Kerja Penyuluhan Tubaba, Tri Meriyanto, SP., menekankan pentingnya Agen Pengendali Hayati dalam mendukung pertanian modern ramah lingkungan. Ia menyebut petani saat ini masih sangat bergantung pada pertanian berbasis bahan kimia, sehingga penggunaan bahan kimia secara terus-menerus dapat berdampak terhadap keseimbangan ekosistem dan fungsi tanah.
Melalui Bimtek ini, KMP BRMP Sistem mendorong peningkatan keterampilan penyuluh dan petani dalam membuat agen pengendali hayati secara mandiri dengan proses yang tepat. Keterampilan tersebut diharapkan dapat diterapkan dan dikembangkan lebih lanjut pada demplot PM-AAS sebagai bagian dari upaya membangun pertanian yang produktif dan lebih ramah lingkungan.