KMP-ICARE Gelar TOT PM-AAS, Penyuluh dan Petani Tubaba Siap Tingkatkan Produktivitas Padi
Sebanyak 30 penyuluh pertanian dan perwakilan petani di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mengikuti Training of Trainers Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Co-Working Space Penyuluhan Tubaba, Kamis (16/7/2026). Pelatihan ini merupakan salah satu kegiatan Klinik Modernisasi Pertanian (KMP) dalam program ICARE yang difasilitasi oleh BRMP Sistem, dengan tujuan mempercepat penerapan teknologi tanam modern guna meningkatkan produktivitas padi di wilayah tersebut.
Ketua Tim Kerja Penyuluhan Tubaba, Tri Merianto, SP dalam sambutannya berterima kasih kepada BRMP Sistem atas dukungan penyelenggaraan TOT PM-AAS di Tubaba. Ia berharap penyuluh dan petani dapat menyerap ilmu langsung dari sumbernya sehingga siap menerapkan program PM-AAS di lapangan dan memberi dampak nyata bagi produktivitas padi.
Penanggung Jawab kegiatan KMP ICARE BRMP Sistem, Dr. Jekvi Hendra, menjelaskan bahwa pelatihan ini mendukung penerapan PM-AAS melalui Klinik Modernisasi Pertanian sebagai salah satu pilar utama KMP-ICARE di Tubaba. Ia berharap penyuluh yang mengikuti TOT mampu mempercepat diseminasi cara tanam PM-AAS kepada petani di wilayah binaan masing-masing. Klinik modernisasi, kata dia, berfungsi sebagai pusat diseminasi teknologi, adopsi inovasi, dan konsultasi bagi penyuluh maupun petani — menjadikannya ujung tombak KMP dalam menjangkau petani di tingkat lapangan.
Narasumber pelatihan, Dr. Nandang Sunandar, memaparkan pentingnya penerapan PM-AAS sebagai metode percepatan peningkatan produktivitas padi. Ia menyebut penerapan teknologi ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, sekaligus memperkuat posisi KMP sebagai instrumen strategis modernisasi pertanian di tingkat kabupaten.
Selain materi teknis, peserta juga menerima materi motivasi dari Ir. Sri Hartati, M.P. Materi ini bertujuan menumbuhkan rasa percaya diri penyuluh dalam menjalankan tugas di lapangan, khususnya sebagai agen perubahan di klinik modernisasi masing-masing wilayah binaan.
Sementara itu Miskat Ramdani, M.Si. mengingatkan bahwa program ICARE terus memperkuat rantai nilai pertanian dari hulu hingga hilir, dengan KMP sebagai salah satu instrumen penting di dalamnya. Penguatan ini dilakukan melalui peningkatan kapasitas petani, penerapan teknologi budi daya yang adaptif, penguatan kelembagaan, pengembangan pascapanen, serta perluasan akses pasar melalui kemitraan usaha.
Pendekatan ini diharapkan meningkatkan nilai tambah produk pertanian, mengurangi kehilangan hasil, memperkuat posisi tawar petani, dan mendorong sistem agribisnis yang berkelanjutan serta berorientasi pasar.
Rangkaian TOT ditutup dengan praktik perakitan alat tanam benih langsung (Tabela) yang dipandu oleh Rudi Aksono, SP. Praktik ini menjadi bekal bagi penyuluh untuk menerapkan teknologi PM-AAS di wilayah binaan masing-masing, sekaligus memperkuat peran Klinik Modernisasi Pertanian Tubaba sebagai pusat pembelajaran teknologi pertanian modern di bawah program KMP-ICARE.