BRMP Sistem Tinjau Demplot PM-AAS untuk Percepat Adopsi Pertanian Modern di Kota Sukabumi
Rabu, 15 Juli 2026 Sukabumi – Kepala Balai Besar Pengembangan Sistem Modernisasi Pertanian ( BRMP Sistem ) Dr. Ir. Muhammad Thamrin, M.Si., melaksanakan tinjauan lapangan ke Lokasi demplot budi daya padi model Model PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agricultural System) di Kota Sukabumi. Kegiatan tersebut didampingi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi, Yadi Muhammad Erlangga, S.I.P., M.Si., serta Ketua Tim Kerja Penyuluhan Kota Sukabumi.
Kunjungan ini bertujuan untuk memantau secara langsung perkembangan penerapan PM-AAS sekaligus memastikan budidaya padi modern berjalan sesuai dengan rekomendasi teknis di lapangan. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara BRMP Sistem, Pemerintah Kota Sukabumi, penyuluh pertanian, dan kelompok tani dalam mempercepat adopsi teknologi budidaya padi modern.
Berdasarkan hasil peninjauan, demplot PM-AAS seluas 1 hektar yang telah memasuki umur 28 Hari Setelah Tanam (HST). Sebagai bagian dari upaya pengamanan produksi, BRMP Sistem melaksanakan tindakan pencegahan terhadap potensi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) guna menjaga pertumbuhan tanaman tetap optimal hingga memasuki masa panen.
Pengembangan PM-AAS di Kota Sukabumi terus didorong melalui berbagai upaya. Untuk mendukung pelaksanaannya, para penyuluh pertanian Kota Sukabumi telah mulai menerapkan metode PM-AAS melalui demplot yang dikembangkan di wilayah binaan masing-masing sebagai sarana penerapan teknologi dan pembelajaran bagi petani.
Saat ini telah terdapat tiga titik pengembangan demplot PM-AAS, yaitu di Kelompok Tani Kondang Tani II, Kelurahan Cikondang, Kecamatan Citamiang, Kelompok Tani Maju Sejahtera Bersama, Kelurahan Karangtengah, dan Kelompok Tani Bhineka Tani, Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh. Ke depan, pengembangan demplot tersebut diharapkan terus bertambah di beberapa lokasi lainnya seiring meningkatnya minat petani dalam mengadopsi teknologi budidaya modern PM-AAS.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala DKP3 Kota Sukabumi, Yadi Muhammad Erlangga, S.I.P., M.Si., menyampaikan bahwa perkembangan demplot PM-AAS menunjukkan hasil yang cukup baik dan diharapkan terus mengalami peningkatan hingga memberikan hasil yang optimal. Menurutnya, demplot ini diharapkan dapat menjadi model percontohan budidaya padi modern yang mampu mendorong semakin banyak petani di Kota Sukabumi untuk menerapkan metode PM-AAS di lahannya.
Ia juga menjelaskan bahwa semangat penyuluh pertanian dan kelompok tani dalam mengembangkan PM-AAS sangat tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan inisiatif penyuluh dan kelompok tani yang secara swadaya membuat alat tanam benih langsung menggunakan drum seeder sederhana sebagai sarana pendukung tanam, meskipun performanya masih memerlukan penyempurnaan. Oleh karena itu, dukungan sarana dan prasarana sangat diharapkan agar pengembangan PM-AAS di Kota Sukabumi dapat dilakukan secara lebih optimal dan menjangkau wilayah yang lebih luas.
Sementara itu, Kepala BRMP Sistem, Dr. Ir. Muhammad Thamrin, M.Si., menegaskan bahwa BRMP Sistem akan terus melakukan pendampingan, monitoring, dan evaluasi secara berkelanjutan guna memastikan penerapan teknologi PM-AAS berjalan secara optimal di lapangan. Menurutnya, keberhasilan pengembangan PM-AAS sangat bergantung pada sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani. Melalui kolaborasi tersebut, PM-AAS diharapkan mampu menjadi salah satu model percepatan modernisasi budidaya padi yang dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, dan daya saing sektor pertanian, sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
Kegiatan tinjauan lapangan ini menjadi wujud komitmen BRMP Sistem bersama Pemerintah Kota Sukabumi dalam mendorong percepatan implementasi pertanian modern melalui PM-AAS. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, dukungan berbagai pihak, serta semakin luasnya adopsi teknologi oleh petani, diharapkan PM-AAS mampu menjadi model pengembangan budidaya padi modern yang efektif dan dapat direplikasi di berbagai daerah sebagai bagian dari transformasi pertanian Indonesia menuju sektor yang maju, mandiri, dan modern.