BRMP Sistem Perkuat Tata Kelola dan Pengembangan Usaha Koperasi ICARE di Bengkayang
Bengkayang, Kalimantan Barat– Penguatan tata kelola dan keberlanjutan usaha koperasi menjadi bagian penting dalam mendorong korporasi petani yang modern dan berdaya saing. Melalui Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE), BRMP Sistem melaksanakan verifikasi, validasi, dan pembahasan input e-Bamper pada Koperasi Produsen Petani Berkah Sejahtera di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, pada 30 September–3 Oktober 2026.
Kegiatan ini difokuskan pada pemeriksaan dokumen kelembagaan, validasi data untuk penyempurnaan sistem e-Bamper, serta pembahasan strategi pengembangan usaha koperasi. Tim BRMP Sistem berkoordinasi dengan pengurus koperasi dan pihak terkait untuk mencocokkan data administrasi dengan informasi yang tersedia sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penguatan usaha.
Berlokasi di Desa Pangkalan 1, Kecamatan Sungai Raya, Koperasi Produsen Petani Berkah Sejahtera merupakan kelembagaan ekonomi petani yang bergerak di bidang pertanian dan pengolahan hasil pertanian. Berdasarkan data dalam laporan verifikasi dan validasi, jumlah anggota koperasi tercatat sebanyak 100 orang, dengan komoditas utama padi. Verifikasi mencakup dokumen legalitas, data pengurus dan anggota, rencana usaha, rekening bank, serta dokumen pendukung lainnya sebagai bahan penyempurnaan data koperasi.
Selain penguatan administrasi, pembahasan diarahkan pada pengembangan rantai nilai bisnis koperasi, mulai dari penyediaan sarana produksi, budidaya, penanganan pascapanen, pengolahan, penyimpanan, hingga pemasaran. Identifikasi peluang kemitraan dengan pelaku usaha, pembeli hasil pertanian, dan penyedia sarana produksi juga menjadi perhatian untuk memperluas akses pasar serta meningkatkan nilai tambah produk petani.
Pengelolaan keuangan dan alat dan mesin pertanian (alsintan) turut menjadi bagian dari pembahasan penguatan tata kelola koperasi. Upaya ini diarahkan pada peningkatan ketertiban pencatatan transaksi, pelaporan keuangan berkala, serta pengaturan penggunaan dan pemeliharaan alsintan agar aset dan kegiatan usaha koperasi dapat dikelola secara lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan.
Dukungan terhadap operasional Rice Milling Unit (RMU) juga menjadi salah satu fokus pembahasan. Kegiatan ini mencakup koordinasi terkait rencana penyambungan listrik baru dengan kebutuhan daya 53 kVA. Ketersediaan pasokan listrik yang memadai dan stabil diharapkan dapat mendukung operasional RMU serta memperkuat kapasitas pengolahan hasil pertanian koperasi.
Melalui kegiatan verifikasi dan validasi ini, BRMP Sistem mengidentifikasi kebutuhan penyempurnaan data, penguatan kemitraan, peningkatan tata kelola usaha, dan pemberdayaan petani anggota. Tindak lanjut diarahkan pada perbaikan data dan dokumen yang diperlukan, pengembangan peluang kerja sama usaha, serta penguatan pengelolaan koperasi agar manfaat Program ICARE dapat berlanjut.
BRMP Sistem terus mendorong penguatan koperasi sebagai bagian dari pembangunan ekosistem pertanian yang terintegrasi. Dengan kelembagaan yang semakin kuat, pengelolaan usaha yang lebih profesional, dan dukungan sarana pengolahan yang memadai, koperasi diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan petani.