BRMP Sistem Perkuat Kapasitas Petani dan Koperasi melalui Hilirisasi Padi dalam Program ICARE
Tulang Bawang Barat, 8 Oktober 2026 — Balai Besar Pengembangan Sistem Modernisasi Pertanian (BRMP Sistem) terus mendorong penguatan kapasitas petani dan kelembagaan ekonomi petani melalui program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE). Upaya tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Hilirisasi Produk Tanaman Pangan dan Penguatan Bisnis Koperasi dan Kelompok yang dilaksanakan pada Kamis (8/10) di Balai Tiyuh Marga Kencana, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung.
Kegiatan ini diikuti 88 peserta yang terdiri atas penyuluh pertanian lapangan (PPL), koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), pengurus Koperasi Muda Jaya Utama, serta perwakilan kelompok tani dari Kecamatan Tulang Bawang Udik, Tulang Bawang Tengah, Lambu Kibang, dan Pagar Dewa.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Tim Kerja Penyuluhan Kabupaten Tulang Bawang Barat, Rahmat Efendi, dan Ketua Tim Kegiatan dari BRMP Sistem, Dr. Harmi Andrianyta. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan serta arahan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulang Bawang Barat yang diwakili oleh Sekretaris Dinas, Made Sayu Budiarni.
Bimtek menghadirkan dua narasumber dari Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Lampung, yaitu Bambang Haryanto yang menyampaikan materi hilirisasi tanaman pangan serta Aang Junaidi yang membawakan materi strategi penguatan bisnis kelompok tani dan koperasi.
Pada sesi pertama, peserta memperoleh pemahaman mengenai teknologi pengolahan hasil samping tanaman pangan, khususnya komoditas padi, untuk menghasilkan produk bernilai tambah. Potensi ekonomi padi tidak terbatas pada beras, tetapi juga mencakup pemanfaatan sekam, bekatul, dedak, jerami, dan menir.
Sekam, misalnya, dapat diolah menjadi arang sekam dan biochar untuk mendukung kegiatan pertanian. Dedak berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak dan ikan, sedangkan jerami dapat dikembangkan menjadi pakan ternak, kompos, maupun media tanam. Pemanfaatan hasil samping tersebut membuka peluang usaha baru sekaligus mendorong penggunaan sumber daya pertanian secara lebih optimal.
Penguatan aspek bisnis menjadi fokus materi kedua yang disampaikan oleh Aang Junaidi. Melalui materi strategi penguatan bisnis kelompok tani dan koperasi, peserta mempelajari tahapan pengembangan usaha berbasis komoditas padi dan produk sampingnya, mulai dari penguatan produksi dan ketersediaan bahan baku, inovasi pengolahan, pengemasan dan penggunaan merek bersama, hingga pemasaran serta pengembangan kemitraan usaha.
Materi tersebut menekankan pentingnya menghubungkan kegiatan produksi dengan pengolahan dan pemasaran agar petani dan koperasi dapat menangkap peluang nilai tambah dari komoditas yang dihasilkan. Dengan demikian, pengembangan usaha pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan kelembagaan dan keberlanjutan ekonomi petani.
Sebagai tindak lanjut kegiatan bimtek, tim BRMP Sistem mengunjungi Koperasi Muda Jaya Utama di Kecamatan Tulang Bawang Udik pada Jumat (9/10). Tim diterima langsung oleh Ketua Koperasi, Darto, untuk berdiskusi mengenai kebutuhan pelatihan lanjutan bagi koperasi dan kelompok tani di wilayah Lampung.
Diskusi tersebut menjadi langkah untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kapasitas kelembagaan secara lebih konkret. Hasil identifikasi diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam merancang pelatihan lanjutan yang sesuai dengan kondisi, potensi, dan kebutuhan koperasi serta kelompok tani di lapangan, sekaligus mendukung pelaksanaan program ICARE.
Melalui rangkaian bimtek dan kunjungan lapangan ini, BRMP Sistem memperkuat perannya dalam mendorong penerapan pengetahuan dan teknologi, pengembangan usaha berbasis komoditas pertanian, serta peningkatan nilai tambah hasil pertanian. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung tumbuhnya kelompok tani dan koperasi yang lebih produktif, mampu mengembangkan peluang usaha, dan memiliki daya saing lebih kuat dalam mendukung transformasi pertanian modern melalui program ICARE.