BRMP Sistem Identifikasi Mitra Potensial untuk Perkuat Kemitraan Korporasi Petani ICARE di Soppeng
Soppeng, 22 Juli 2026 – Balai Besar Pengembangan Sistem Modernisasi Pertanian (BRMP Sistem) melaksanakan kegiatan identifikasi mitra potensial di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, sebagai langkah strategis dalam memperkuat rantai nilai pertanian melalui pengembangan kemitraan antara korporasi petani dengan sektor publik maupun swasta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BRMP Sistem membangun kolaborasi yang mampu meningkatkan daya saing korporasi petani, memperluas akses pasar, serta mendorong pengembangan agribisnis yang berkelanjutan.
Identifikasi dilakukan melalui koordinasi dan kunjungan langsung ke sejumlah pelaku usaha yang memiliki peran penting dalam rantai nilai komoditas pertanian. Selain memperkenalkan Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE), kegiatan ini bertujuan menjaring calon peserta Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Platform Kepentingan Publik–Swasta dan Business Matching antara mitra potensial dengan entitas korporasi petani di kawasan Swasembada ICARE. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah untuk membangun kemitraan usaha yang saling menguntungkan sekaligus memperkuat kolaborasi antara petani, pemerintah, dan dunia usaha.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Perum Bulog Cabang Laburawung di Kabupaten Soppeng. Kepala Bulog Cabang Laburawung, Halim, bersama jajaran menyambut baik inisiatif BRMP Sistem dan menyatakan kesediaannya untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan FGD Pengembangan Platform Kepentingan Publik–Swasta. Dalam kesempatan tersebut, Bulog juga memberikan informasi mengenai sejumlah mitra potensial di Kabupaten Soppeng yang dapat dilibatkan dalam penguatan rantai nilai pertanian. Selain itu, Bulog menyampaikan bahwa realisasi penyerapan gabah di wilayah kerjanya telah mencapai sekitar 80 persen dari target yang ditetapkan.
Tim BRMP Sistem juga melakukan kunjungan ke Rice Milling Unit (RMU) CV. Coppo Benteng di Kelurahan Ompo, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. RMU milik H. Mattalatta yang memiliki kapasitas produksi mencapai 40 ton per jam tersebut menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan FGD dan Business Matching serta kesiapan untuk menjadi mitra potensial bagi korporasi petani ICARE. Sebelumnya, melalui kegiatan sosialisasi, PT Pupuk Indonesia dan PT Kubota Indonesia juga telah menyatakan kesediaannya untuk menghadiri FGD dan Business Matching serta membuka peluang kemitraan sesuai dengan kapasitas dan bidang usaha masing-masing.
Kegiatan identifikasi ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program ICARE, khususnya Subkomponen A.1.D yang berfokus pada pengembangan platform kepentingan publik–swasta. Melalui subkomponen ini, BRMP Sistem mendorong terbangunnya kolaborasi antara korporasi petani dengan berbagai mitra potensial melalui penyelenggaraan FGD dan Business Matching. Hasil identifikasi yang dilakukan akan menjadi dasar dalam penetapan calon peserta kedua kegiatan tersebut sekaligus membuka peluang terbentuknya kemitraan strategis yang mampu memperkuat rantai nilai pertanian.
Pada tahun 2026, Subkomponen A.1.D menargetkan tersusunnya pemetaan mitra potensial di tiga kawasan Swasembada ICARE, yaitu Kabupaten Soppeng (Sulawesi Selatan), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Lampung), dan Kabupaten Bengkayang (Kalimantan Barat). Selanjutnya, hasil pemetaan tersebut akan ditindaklanjuti melalui penyelenggaraan FGD dan Business Matching yang diharapkan menghasilkan satu kemitraan strategis antara entitas korporasi petani dengan mitra potensial di masing-masing lokasi sebagai langkah nyata dalam memperkuat ekosistem agribisnis.
Melalui penguatan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan korporasi petani, BRMP Sistem berkomitmen membangun rantai nilai pertanian yang lebih kuat, efisien, dan berdaya saing. Kemitraan yang terbangun diharapkan mampu memperluas akses pasar, meningkatkan nilai tambah produk pertanian, memperkuat kelembagaan korporasi petani, serta mendukung terwujudnya pertanian yang modern, inklusif, dan berkelanjutan dalam rangka mendukung swasembada pangan nasional.