• Jalan Tentara Pelajar No.10
  • (0251) 200 0199/ WA : 085183071943
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
      • Prosedur Evakuasi
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Rencana Strategis
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Jurnal
    • Newsletter
    • Infografis
    • Pedum/ Juknis
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • LAYANAN
Thumb
1883 dilihat       29 Maret 2024

5 Bulan Jadi Menteri, Totalitas Perjuangan Mentan Amran Luar Biasa

JAKARTA - Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Yadi Sofyan Noor mengapresiasi perjuangan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam menambah alokasi pupuk bersubsidi yang kini mencapai Rp 54 triliun. Menurut Yadi, penambahan ini adalah kado istimewa bagi petani Indonesia menjelang musim tanam 2 (MT II) mendatang.

"Luar biasa, perjuangan Pak Menteri betul-betul konkret terhadap nasib petani dan upaya meningkatkan produksi dalam negeri. Ini yang kita sebut sebagai kado menjelang musim tanam 2," ujar Yadi, Kamis, 28 Maret 2024.

Yadi mengatakan, alokasi pupuk sebanyak itu harus menjadi pemicu bagi Indonesia dalam mewujudkan swasembada. Apalagi pupuk adalah faktor utama yang mampu dipenuhi pada era Presiden Jokowi. Untuk mendukung kebijakan tersebut, Yadi mengaku akan segera berkoordinasi dengan para petani di seluruh daerah.

"Segera kami akan koordinasi dengan para poktan agar menyiapkan lahan pertanamannya untuk produksi 2024. Sekali lagi saya sampaikan terimakasih kepada Bapak Menteri," katanya.

Diketahui, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman secara simbolik menyerahkan alokasi penambahan pupuk subsidi Rp 28 triliun. Dengan tambahan ini maka total anggaran pupuk subsidi untuk petani seluruh Indonesia sebesar Rp 54 triliun. Penyerahan ini dilakukan Mentan usai meninjau pertanaman padi di Desa Papalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

"Yang pertama kami berterimakasih kepada Bapak Presiden karena hari ini saya sudah tanda tangan surat penambahan volume pupuk bersubsidi dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton. Hari ini kami serahkan ke seluruh Indonesia diwakili oleh Bupati Mamuji," katanya.

Mentan mengatakan, penambahan ini sekaligus titik balik bagi para petani Indonesia yang tidak perlu lagi khawatir terhadap ketersediaan pupuk. Diketahui, alokasi pupuk sebanyak 9,55 juta ton resmi diputuskan melalui surat menteri keuangan no S-297/MK.02.2024.

"Petani tidak usah khawatir lagi karena ini yang selalu dinantikan sekian lama kurang lebih 4 tahun. Hari ini, keputusan bersama kita di Rakortas rapat dengan para menteri itu kita sepakati bukan lagi mengacu pada harga pupuk, harga bahan baku dan seterusnya, tetapi mengacu pada volume kebutuhan petani sehingga ke depan nanti tidak diragukan lagi pupuk kurang karena kita sepakati setiap tahun minimal bukan maksimal 9,5 juta ton, nilainya 54 triliun," katanya.

Sebelumnya Menteri Pertanian dan KTNA menggelar pertemuan audiensi di Kantor Pusat Kementan Gedung A Jakarta. Dalam pertemuan ini, Mentan berharap KTNA melakukan pertanaman minimal 5000 hektare. Menjawab harapan Mentan, Ketua KTNA Yadi Sofyan Noor siap melakukan optimasi lahan rawa mineral, lebak dan bera.

Prev Next

- BRMP Sistem


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Wamentan Alim Siap Dukung Mentan Amran Percepat Transformasi Pertanian Modern
    20 Okt 2026 - By BRMP Sistem
  • Thumb
    BBPPSMP Dorong Penguatan Kelembagaan Petani untuk Pengembangan Pertanian Organik Berbasis Kawasan
    16 Okt 2026 - By BRMP Sistem
  • Thumb
    BRMP Sistem Gelar ToT ICARE di Tulang Bawang, Perkuat Manajemen Alsintan dan Kapasitas Usaha Petani
    15 Okt 2026 - By BRMP Sistem
  • Thumb
    BRMP Sistem Perkuat Kapasitas Petani Bengkayang melalui Teknologi Pertanian Cerdas Iklim
    15 Okt 2026 - By BRMP Sistem
  • Thumb
    Lampaui Prediksi, Budi Daya Padi PM-AAS Cetak Provitas 13,8 Ton per Hektar di Lembursitu Sukabumi
    14 Okt 2026 - By BRMP Sistem

tags

AgroStandar BSIP BSIPPastiLebihBaik BSIPPenerapan Kementan Kementerian Pertanian Mentan Pertanian

Kontak

(0251) 200 0199/ WA : 085183071943
-
[email protected]

Jl. Tentara Pelajar No.10, RT.01/RW.07, Ciwaringin,
Kecamatan Bogor Tengah, 
Kota Bogor, Jawa Barat 16124


Website : https://sistem.brmp.pertanian.go.id

© 2025 - 2026 Balai Besar Pengembangan Sistem Modernisasi Pertanian. All Right Reserved