Sinergi Lintas Sektor Perkuat Korporasi Petani Padi melalui ICARE di Tubaba
Tulang Bawang Barat, 21 Agustus 2026 —BRMP Sistem terus memperkuat pengembangan kawasan pertanian berbasis korporasi petani di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, melalui sinergi lintas sektor. Berbagai pihak mulai menyatukan dukungan untuk membangun ekosistem bisnis petani melalui _Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment_ (ICARE).
Sinergi tersebut mengemuka dalam pertemuan BRMP Sistem bersama Wakil Bupati Tubaba Nadirsyah, Jumat (21/8). Pertemuan dihadiri Kepala BRMP Sistem Dr. Muhammad Thamrin dan tim ICARE, Wakil Bupati beserta jajaran dinas terkait, serta Account Executive PT Pupuk Indonesia wilayah Tubaba Reza Arsyadi.
Kepala BRMP Sistem Dr. Muhammad Thamrin menyampaikan bahwa ICARE dirancang untuk mengembangkan pengelolaan kawasan dan rantai nilai komoditas pertanian secara berkelanjutan dan inklusif di lokasi terpilih.
“Dalam rangka mendukung swasembada pangan berkelanjutan, komoditas padi dipilih sebagai salah satu fokus pengembangan. Tubaba merupakan salah satu sentra padi di Lampung yang memiliki potensi untuk dikembangkan melalui pendekatan korporasi petani,” ujar Thamrin.
Pengembangan kawasan tersebut bertitik ungkit pada penguatan kelembagaan ekonomi petani melalui Koperasi Tani Muda Jaya Utama yang berada di Kecamatan Tulang Bawang Udik. Koperasi tersebut telah dibentuk pada pertengahan Juli 2026 dan saat ini tengah dalam proses penyelesaian legalitas badan hukum.
Koperasi diharapkan menjadi penggerak pengembangan bisnis petani dalam kawasan, sehingga pengembangan ICARE tidak berhenti pada peningkatan produksi, tetapi mencakup rantai nilai mulai dari penyediaan sarana produksi, perbenihan, produksi, pengolahan hingga pemasaran.
Wakil Bupati Tubaba Nadirsyah mengapresiasi ditetapkannya Tubaba sebagai salah satu lokasi Program ICARE yang telah berlangsung sejak 2025. Menurutnya, pendekatan pengembangan kawasan melalui korporasi petani sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Tubaba dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, khususnya petani padi.
Nadirsyah berharap penguatan koperasi dapat meningkatkan posisi tawar petani sekaligus memperpendek rantai pemasaran.
“Harapannya, hasil produksi petani tidak hanya dijual dalam bentuk gabah. Koperasi dapat mengambil peran dalam pengolahan menjadi beras premium sehingga memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani,” ujarnya.
Selain hilirisasi, Nadirsyah menekankan pentingnya kemandirian petani dalam penyediaan benih. Penumbuhan penangkar benih dinilai penting agar petani memiliki akses terhadap benih secara mandiri dan tidak sepenuhnya bergantung pada produk komersial yang relatif lebih mahal.
Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris Dinas Pertanian Tubaba menyampaikan bahwa saat ini pemerintah daerah tengah melakukan uji coba perbenihan. Pemerintah daerah berharap BRMP Sistem melalui ICARE dapat berkolaborasi dalam membentuk kawasan perbenihan seluas 29 hektare di lokasi korporasi petani di Kecamatan Tulang Bawang Udik.
Dukungan juga datang dari PT Pupuk Indonesia. Account Executive PT Pupuk Indonesia wilayah Tubaba Reza Arsyadi menyampaikan komitmennya untuk mendukung Koperasi Tani Muda Jaya Utama dalam mengembangkan unit bisnis sebagai Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS).
Menurut Reza, mekanisme pupuk nonsubsidi memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan bisnis sehingga dapat menjadi salah satu peluang pengembangan unit usaha koperasi. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat peran koperasi dalam menyediakan kebutuhan sarana produksi bagi petani di kawasan.
Pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan kawasan ICARE di Tubaba mulai diarahkan sebagai kerja bersama berbagai pihak. Pemerintah daerah memberikan dukungan melalui sinkronisasi program dan pengembangan potensi kawasan, sementara BRMP Sistem berperan dalam penguatan penerapan teknologi, kelembagaan, dan pengembangan bisnis korporasi petani.
Di sisi lain, dukungan dunia usaha dan penguatan koperasi menjadi bagian penting dalam membangun rantai nilai yang lebih terintegrasi.
Pengembangan ICARE di Tubaba diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas padi, tetapi juga membangun ekosistem bisnis petani yang lebih kuat, mulai dari penyediaan sarana produksi dan benih, produksi, pengolahan, hingga pemasaran, sehingga nilai tambah pertanian dapat semakin dirasakan oleh petani.