LSP BRMP Sistem Resmi Diluncurkan, Perkuat Kompetensi SDM Pertanian
Jakarta, 17 Agustus 2026 – Balai Besar Pengembangan Sistem Modernisasi Pertanian (BRMP Sistem) resmi melakukan Soft Launching Lembaga Sertifikasi Person (LSP) BRMP Sistem sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme sumber daya manusia (SDM) sektor pertanian sekaligus memperkuat penerapan standar dan sistem mutu pertanian. Kegiatan yang digelar bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini menjadi tonggak awal bagi BRMP Sistem dalam menghadirkan sistem sertifikasi kompetensi yang kredibel, profesional, dan sesuai dengan standar yang berlaku.
Kepala BRMP Sistem, Dr. Ir. Muhammad Thamrin, M.Si. menyampaikan bahwa kehadiran LSP merupakan bagian dari komitmen BRMP Sistem dalam mendukung peningkatan kualitas SDM pertanian. “Kami menyambut baik kehadiran LSP BRMP Sistem sebagai bagian dari komitmen BRMP Sistem dalam menghadirkan SDM pertanian yang kompeten, profesional, dan mampu mendukung penerapan standar mutu pertanian secara konsisten,” ujarnya.
Peresmian LSP BRMP Sistem dilakukan oleh Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si. sekaligus memberikan arahan mengenai pentingnya penguatan SDM pertanian melalui sistem sertifikasi kompetensi yang terstandar. Dalam arahannya, Kepala Badan menyampaikan bahwa pembentukan LSP BRMP Sistem merupakan langkah strategis untuk mendukung transformasi sektor pertanian melalui peningkatan kualitas SDM. “Modernisasi pertanian tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan sarana produksi, tetapi juga oleh kompetensi personel yang menjalankan setiap proses di lapangan,” ujarnya.
Pada tahap awal, LSP BRMP Sistem telah mempersiapkan tiga skema sertifikasi kompetensi, yaitu Petugas Pengambil Contoh (PPC) Benih, PPC Pupuk, dan PPC Pestisida. Ketiga skema tersebut diarahkan untuk memastikan tersedianya tenaga kompeten yang mampu melaksanakan pengambilan contoh secara tepat, representatif, dan sesuai standar. Kompetensi petugas pengambil contoh menjadi bagian penting dalam menjamin mutu sarana pertanian. Proses pengambilan contoh yang dilakukan secara benar menjadi dasar bagi pengujian dan pengambilan keputusan yang akurat, sehingga turut mendukung jaminan mutu sarana pertanian.
Kepala Badan juga mendorong agar LSP BRMP Sistem terus berkembang dan tidak berhenti pada tiga skema sertifikasi awal. Ke depan, LSP diharapkan mampu mengembangkan berbagai skema sertifikasi lainnya yang relevan dengan tugas dan fungsi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian serta kebutuhan pembangunan pertanian nasional. “LSP perlu terus mengembangkan skema sertifikasi lain yang mendukung tugas dan fungsi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian serta menjawab kebutuhan pembangunan pertanian nasional,” tegasnya.
Pengembangan LSP BRMP Sistem juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unit kerja pemerintah, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga pelaku sektor pertanian. Melalui sertifikasi kompetensi yang kredibel dan sesuai standar, LSP BRMP Sistem diharapkan mampu berkontribusi dalam membangun SDM pertanian yang unggul, profesional, kompeten, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat ekosistem mutu dalam mendukung modernisasi pertanian Indonesia.
Soft Launching LSP BRMP Sistem menjadi langkah awal untuk menghadirkan sistem sertifikasi kompetensi yang semakin adaptif terhadap kebutuhan sektor pertanian dan mendukung terwujudnya pertanian Indonesia yang modern, berkualitas, dan berkelanjutan.