BRMP Sistem Perkuat Kapasitas Petani Bengkayang melalui Teknologi Pertanian Cerdas Iklim
Bengkayang, Kalimantan Barat — BRMP Sistem bersama BRMP Kalimantan Barat melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Teknologi Pertanian Cerdas Iklim bagi Brigade Pangan dan petani di Kabupaten Bengkayang pada 15 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas korporasi petani melalui Program ICARE, khususnya dalam mendorong penerapan teknologi budidaya yang sesuai dengan kondisi iklim dan karakteristik lahan setempat. Bimbingan teknis diikuti 95 peserta yang terdiri dari petani dan brigade pangan yang berasal dari Kecamatan Sungai Raya Kepulauan dan Kecamatan Capkala.
Bimtek yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Sungai Raya Kepulauan ini menghadirkan Sution, SP., MP. dari BRMP Kalimantan Barat sebagai narasumber. Materi menekankan pentingnya penyesuaian praktik pertanian terhadap perubahan iklim, mengingat pola hujan yang tidak menentu dan musim kemarau yang lebih panjang dapat memengaruhi jadwal tanam, serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), serta produktivitas tanaman. Pertanian cerdas iklim diarahkan pada tiga sasaran, yaitu adaptasi terhadap perubahan iklim, mitigasi dampak lingkungan, dan manfaat tambahan bagi produktivitas serta pendapatan petani.
Dalam pemaparannya, peserta mendapatkan pengenalan teknologi yang dapat diterapkan pada budidaya padi dan jagung, mulai dari pemilihan varietas unggul sesuai kondisi lahan, pengelolaan air, pemupukan berimbang, hingga pemanfaatan agen hayati, pembenah tanah, dan biostimulan. Peserta juga diperkenalkan dengan aplikasi prediksi OPT padi yang dapat diakses melalui telepon genggam untuk membantu mengantisipasi potensi serangan hama dan penyakit. Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan sarana produksi sekaligus menjaga produktivitas saat menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
Diskusi bersama peserta turut mengidentifikasi sejumlah tantangan yang dihadapi petani, antara lain produktivitas padi yang masih berkisar 2,5–3 ton per hektare, penggunaan varietas lokal yang masih dominan, kualitas benih, serta keterbatasan akses dan ketersediaan pupuk. Peserta juga memperoleh informasi mengenai layanan pengujian tanah untuk membantu menentukan kebutuhan unsur hara dan mendukung pemupukan yang lebih tepat. Berbagai masukan tersebut menjadi bahan penting untuk mengarahkan pendampingan agar lebih sesuai dengan kebutuhan nyata petani di lapangan.
Melalui kegiatan ini, BRMP Sistem dan BRMP Kalimantan Barat mendorong petani dan brigade pangan agar tidak hanya berperan dalam kegiatan budidaya, tetapi juga berkembang sebagai kelembagaan usaha yang mampu menyediakan layanan pertanian modern bagi petani di sekitarnya. Penerapan teknologi secara bertahap melalui pendampingan penyuluh, uji coba di lahan percontohan, serta pencatatan hasil dan biaya usaha diharapkan dapat memperkuat kemampuan petani dalam beradaptasi terhadap perubahan iklim. Dengan prinsip tepat dosis, tepat waktu, dan tepat kualitas, pertanian cerdas iklim diharapkan mendukung peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, dan daya saing usaha tani di Kabupaten Bengkayang.