BRMP Sistem Gelar ToT ICARE di Tulang Bawang, Perkuat Manajemen Alsintan dan Kapasitas Usaha Petani
Tulang Bawang, Lampung, 14 dan 15 Oktober 2026 — Balai Besar Pengembangan Sistem Modernisasi Pertanian (BRMP Sistem) melalui Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (ToT) di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, pada 14 dan 15 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 210 peserta yang terbagi selama dua hari pelaksanaan guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan alat dan mesin pertanian (alsintan), manajemen usaha, serta penguatan rantai nilai komoditas pertanian. Peserta merupakan Petani, Anggota Poktan dan Gapoktan serta PPL yang berasal dari Kecamatan Lambu Kibang, Kecamatan Way Kenanga, Kecamatan Batu Putih, Kecamatan Pagar Dewa.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai manajemen alsintan tepat guna dan pengelolaan usaha yang berkelanjutan untuk mendukung rencana bisnis kawasan ICARE. Penerapan mekanisasi pertanian dan tata kelola usaha yang baik diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, serta nilai tambah hasil pertanian.
Dalam kegiatan ini, Dedi Ismanto, S.Hut selaku Kepala Bidang Prasarana Pertanian Dinas TPHP Kab.Tulang Bawang Barat menyampaikan materi Pertanian Modern dengan Alsintan Indonesia. Materi tersebut membahas peran teknologi mekanisasi dalam mendukung modernisasi pertanian, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman, panen, hingga penanganan pascapanen. Pemanfaatan alsintan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lahan diharapkan dapat mempercepat pekerjaan, mengoptimalkan penggunaan tenaga kerja, menekan biaya produksi, serta mengurangi kehilangan hasil panen.
Materi lainnya adalah Manajemen Alsintan dan Perbengkelan yang disampaikan oleh Bapak Suwito dari Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) Pulung Makmur. Materi ini membahas pentingnya pengelolaan, pemeliharaan, dan perawatan alsintan secara berkala agar mesin tetap berfungsi optimal. Pemilihan alsintan juga perlu disesuaikan dengan jenis komoditas, luas lahan, kondisi tanah, kapasitas kerja, serta biaya operasional untuk memastikan pemanfaatannya efektif dan ekonomis.
Selain pengelolaan alsintan, peserta juga mendapatkan pelatihan pelaporan keuangan sederhana menggunakan aplikasi Excel, KasirPro, dan SIAPIK. Materi ini disampaikan oleh Rovita Kusumaningrum dari PP Gapsera Sejahtera Mandiri untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mencatat transaksi, mengelola pemasukan dan pengeluaran, serta menyusun laporan keuangan usaha secara lebih tertib dan sistematis. Pemanfaatan perangkat digital diharapkan membantu petani dan pengelola kelembagaan usaha dalam memantau kondisi keuangan, mengevaluasi biaya operasional, dan mendukung pengambilan keputusan bisnis.
Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pengembangan kelembagaan ekonomi petani melalui pemaparan profil Koperasi Produsen Muda Jaya Utama yang disampaikan oleh Ketua Koperasi, Bapak Widarto. Koperasi yang berlokasi di Desa Marga Kencana, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, ini memiliki 140 anggota dan bergerak di bidang pertanian.
Koperasi Produsen Muda Jaya Utama memiliki lima unit usaha, yaitu sewa alsintan berupa traktor roda dua dan roda empat, kios pertanian, produksi media tanam dan pupuk kandang, penangkaran benih padi hibrida, serta pengepul gabah. Koperasi ini juga merencanakan pengembangan layanan pengeringan padi dan produksi beras untuk memperluas kegiatan usaha dan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.
Melalui pengembangan unit usaha tersebut, koperasi berpotensi mengintegrasikan layanan mekanisasi, penyediaan sarana produksi, penanganan pascapanen, dan pemasaran hasil pertanian. Dukungan manajemen alsintan yang baik serta pencatatan keuangan yang tertib menjadi bagian penting dalam menjaga efisiensi dan keberlanjutan usaha.
Melalui kegiatan ToT ICARE ini, peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dan menyebarluaskannya kepada petani serta pelaku usaha pertanian di wilayah masing-masing. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BRMP Sistem melalui Program ICARE dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan petani, mendorong pengelolaan usaha yang profesional, serta membangun rantai nilai komoditas pertanian yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.