BRMP Sistem Pastikan Penerapan Pendekatan Demplot KMP ICARE di Tubaba, Lampung
Tubaba, 9 Juli 2026 – Di tengah hamparan lahan yang tengah bersiap menyambut musim tanam baru, Balai Besar Pengembangan Sistem Modernisasi Pertanian (BRMP Sistem) menyambangi Tiyuh Marga Kencana, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), pada 8–9 Juli 2026. Kunjungan lapangan ini menjadi langkah konkret untuk memastikan kesiapan pelaksanaan demplot padi Klinik Modernisasi Pertanian (KMP) dalam mendukung program ICARE, dengan melibatkan koordinasi bersama pemerintah desa, penyuluh pertanian, BRMP Lampung, serta kelompok tani setempat.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Tim Kerja Penyuluhan Kabupaten Tubaba, Meriyanto; perwakilan BRMP Lampung, Betty Meilina; perwakilan Tim KMP BRMP Sistem, Dwi Purmanto dan Hatyanta Pradhipta; Kepala Tiyuh Marga Kencana, Supriyadi; serta anggota Kelompok Tani Muda Jaya 1 dan Muda Jaya 2.
Dwi Purmanto selaku Koordinator Teknis KMP Lampung menegaskan bahwa kunjungan ini bertujuan memastikan kegiatan demplot dapat segera dilaksanakan sesuai jadwal yang direncanakan, tidak hanya sekadar konsep di atas kertas, tetapi tindak lanjut nyata di lapangan. Ia menambahkan bahwa peninjauan difokuskan pada empat aspek krusial: ketersediaan luasan lahan, sumber air, jadwal tanam, serta identifikasi masalah dan penerapan teknologi yang akan diaplikasikan di lokasi demplot.
Ketua Tim Kerja Penyuluhan Kabupaten Tubaba, Meriyanto, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan demplot ini dan memastikan koordinasi dengan penyuluh di tingkat kecamatan dan desa akan terus berjalan berkesinambungan. "Para penyuluh maupun kelompok tani di wilayah ini menunjukkan keterbukaan terhadap berbagai intervensi teknologi yang dihadirkan BRMP Sistem," tambahnya, menyebut hal ini sebagai modal penting bagi keberhasilan adopsi teknologi di tingkat lapangan. Sementara itu, Kepala Tiyuh Marga Kencana, Supriyadi, menyambut hangat kegiatan ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan produktivitas petani di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan Pemerintah Desa, tetapi juga membutuhkan peran aktif pihak eksternal, seperti yang dihadirkan melalui program ICARE.
Perwakilan BRMP Lampung, Betty Meilina, turut menekankan pentingnya sinergi antara BRMP Sistem, BRMP Lampung, dan pemerintah daerah dalam mengawal kesiapan teknis kegiatan ICARE, agar pelaksanaannya dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi kelompok tani.
Kelompok Tani Muda Jaya 1 dan Muda Jaya 2, yang didapuk menjadi calon pelaksana demplot, menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung kegiatan ini, mulai dari penyediaan lahan hingga tenaga kerja sesuai arahan teknis yang akan diberikan. Salah satu tantangan yang sempat mengemuka, yakni keterbatasan pengairan lahan, dipastikan akan segera teratasi melalui bantuan irigasi perpompaan dan sumur bor yang direalisasikan pada Juli ini. Irigasi perpompaan tersebut ditargetkan mampu mengairi lahan poktan seluas 29 hektare di sekitar lokasi demplot. Dengan demikian, musim tanam perdana di lokasi demplot ditargetkan dapat dimulai pada Agustus mendatang.
Ketua Kelompok Tani Muda Jaya 2, Arifin, menyampaikan harapannya agar teknologi yang akan diintervensikan pada demplot ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas, tetapi juga menerapkan prinsip keberlanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan petani dalam jangka panjang.
Melalui kunjungan ini, BRMP Sistem menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses persiapan hingga pelaksanaan demplot KMP di Tiyuh Marga Kencana, sebagai bagian dari implementasi program ICARE di Provinsi Lampung. Keberhasilan pendekatan ini diharapkan dapat direplikasi pada musim tanam selanjutnya, baik di lokasi yang sama maupun di kawasan ICARE lainnya. Pendampingan serupa juga akan menjangkau tiga desa lain yang menjadi kawasan sasaran ICARE, memastikan pendekatan KMP dapat diterapkan secara merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah dampingan.