BRMP Sistem Gelar Bimtek Produksi Benih dan Budi Daya Padi Modern PM-AAS di Soppeng
Soppeng, 22 Juli 2026 – Dalam rangka mendukung pelaksanaan Program ICARE (Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment), Balai Besar Pengembangan Sistem Modernisasi Pertanian (BRMP Sistem) menyelenggarakan Bimbingan Teknis Persiapan Produksi Benih bagi Calon Penangkar dan Budi daya Padi Modern PM-AAS di Aula Gabungan Dinas Kabupaten Soppeng, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 70 orang peserta yang terdiri atas petani, calon penangkar benih, calon pengurus koperasi, pelaku usaha, dan penyuluh pertanian.
Menurut Dr. Harmi Andrianyta selaku koordinator kegiatan, bimbingan teknis ini bertujuan meningkatkan kapasitas peserta dalam memproduksi benih bermutu serta menerapkan budidaya padi modern yang efisien, produktif, dan berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Program ICARE dalam memperkuat sistem perbenihan, meningkatkan produktivitas komoditas unggulan, serta memperkuat kelembagaan petani melalui pengembangan korporasi dan koperasi yang berdaya saing.
Pada sesi pertama, Nurtang Evendi, S.P., M.P., selaku Pengawas Benih Tanaman Kabupaten Soppeng, menyampaikan materi mengenai persyaratan produksi benih dan tata cara sertifikasi benih tanaman pangan. Materi yang disampaikan meliputi tujuan sertifikasi benih, klasifikasi benih bina, serta tahapan sertifikasi mulai dari persyaratan administrasi, pemeriksaan lapangan, hingga pengujian laboratorium sebagai bagian dari penjaminan mutu benih. Melalui materi ini, peserta diharapkan memahami pentingnya penerapan standar produksi benih sehingga mampu menghasilkan benih bermutu, meningkatkan kepercayaan pasar, serta mendukung ketersediaan benih unggul sebagai fondasi pengembangan korporasi petani dalam Program ICARE.
Selanjutnya, Basrum, S.P., M.Si., dari BRMP Sulawesi Selatan, menyampaikan materi mengenai Budi daya Padi Modern PM-AAS. Dalam pemaparannya, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep budidaya padi modern melalui penerapan tanam padi dalam barisan, penggunaan varietas unggul, mekanisasi pertanian, pengelolaan usaha tani berbasis korporasi, serta intensifikasi produksi. Basrum juga menjelaskan tahapan persiapan lahan dan penerapan sistem Tanam Benih Langsung (Tabela) sebagai metode budidaya yang mampu meningkatkan efisiensi penggunaan tenaga kerja, mempercepat proses tanam, serta meningkatkan produktivitas usaha tani. Materi ini sejalan dengan tujuan Program ICARE dalam mempercepat adopsi inovasi dan modernisasi pertanian sehingga petani mampu meningkatkan efisiensi produksi, nilai tambah, dan daya saing usahanya melalui penerapan teknologi yang sesuai dengan kondisi lokal.
Menutup kegiatan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya bimbingan teknis tersebut. Ia berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara konsisten di lapangan sehingga mampu menghasilkan benih bermutu, menerapkan budi daya padi modern sesuai standar, memperkuat kelembagaan petani, serta mendukung pencapaian tujuan Program ICARE dalam mewujudkan usaha tani yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan di Kabupaten Soppeng.