KMP ICARE BRMP Sistem Pelajari Model PUSKESTAN dan Teknologi Pertanian Ramah Lingkungan
Jateng, 1 Oktober 2026— Klinik Modernisasi Pertanian (KMP) ICARE BRMP Sistem terus berupaya menghadirkan layanan dan pendampingan pertanian di kawasan ICARE yang mampu menjawab kebutuhan petani secara langsung dan berkelanjutan. Untuk memperkuat layanan tersebut, Tim KMP melakukan serangkaian kunjungan pembelajaran untuk mempelajari praktik baik dan pendekatan teknologi yang dapat mendukung penerapan pertanian ramah lingkungan di kawasan ICARE.
Salah satu pembelajaran dilakukan melalui kunjungan ke Pusat Kesehatan Tanah dan Tanaman (PUSKESTAN) di Klaten, Jawa Tengah. PUSKESTAN mengembangkan layanan pertanian dengan pendekatan _Close Loop Ecosystem_ yang menghubungkan petani dengan pendamping, penyedia sarana produksi, hingga mitra usaha. Layanan tersebut mencakup penyuluhan dan evaluasi, penyediaan sarana produksi, pendampingan budidaya, serta pengelolaan hasil panen. Selama empat tahun, model ini telah menjangkau sekitar 4.000 petani di Jawa Tengah.
Salah satu aspek yang dipelajari adalah pendekatan PUSKESTAN dalam menjaga kesehatan tanah sebagai dasar peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani. KOMSAH (Kompos Seresah) menjadi salah satu pendekatan teknologi perbaikan tanah yang dipelajari, terutama dalam memperbaiki struktur dan kesuburan tanah serta mendukung aktivitas mikroorganisme. Bagi KMP, pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya mengintegrasikan teknologi perbaikan tanah ke dalam layanan pendampingan yang berkelanjutan.
Untuk memperdalam pemahaman terhadap teknologi yang diterapkan pada demplot percontohan di kawasan ICARE, Tim KMP juga melakukan kunjungan ke HIMPO Indonesia di PT Cokro Toyo Mitra Tani, Sleman. Kunjungan ini dilakukan untuk mempelajari secara langsung proses produksi dan pengembangan pupuk organik yang telah digunakan dalam demplot, termasuk pengalaman kerja samanya dengan PT Pupuk Indonesia. Pembelajaran ini menjadi bagian penting bagi KMP untuk memahami proses dan pendekatan teknologi yang dapat mendukung penerapan pertanian ramah lingkungan di kawasan ICARE.
Penguatan layanan KMP selanjutnya dilakukan melalui pengembangan Klinik Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Tim KMP melakukan koordinasi, konsultasi, dan studi banding ke Balai Proteksi Tanaman Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mempelajari model pengembangan Klinik PHT yang dapat diterapkan dalam pendampingan KMP ICARE.
Salah satu inovasi yang dibahas adalah pengendalian tikus menggunakan bom asap yang telah dikembangkan KMP. Dari hasil konsultasi, tim memperoleh masukan untuk menyesuaikan komposisi bahan agar menghasilkan asap yang lebih tebal. Pemanfaatan burung hantu sebagai predator alami tikus juga menjadi alternatif yang dibahas, antara lain melalui penambahan tenggeran di lahan sawah.
Praktik pengendalian tikus menggunakan semut pada demplot KMP di Soppeng turut menarik perhatian Balai Proteksi Tanaman Pertanian DIY. Inovasi tersebut menjadi bahan pertukaran pengalaman dan membuka peluang untuk dikaji lebih lanjut sebagai alternatif pengendalian tikus yang dapat dikembangkan di lokasi lain.
Melalui rangkaian pembelajaran tersebut, KMP ICARE BRMP Sistem terus memperkuat model layanan yang mengintegrasikan kesehatan tanah, teknologi dan sarana produksi, pendampingan budidaya, serta pengendalian hama. Pendekatan ini diharapkan dapat memperluas penerapan pertanian ramah lingkungan sekaligus menghadirkan layanan KMP yang semakin dekat dengan kebutuhan petani di kawasan ICARE.