ICARE Dorong Integrasi Padi–Ternak: Limbah Jadi Sumber Daya, Petani Makin Berdaya
Program ICARE kembali memperkuat kapasitas petani melalui Bimbingan Teknis Integrasi Tanaman dan Ternak serta Pengelolaan Limbah Tanaman Padi di Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Dr. Harmi Andrianita, S.P., M.Si. selaku Penanggung Jawab Kegiatan menyampaikan bahwa Bimtek ini merupakan kelanjutan dari rangkaian pendampingan ICARE, mulai dari pembentukan korporasi petani, penguatan kelembagaan Koperasi Muda Jaya Utama, hingga peningkatan kapasitas teknis petani dalam penerapan pertanian cerdas iklim.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Dinas TPHP Kabupaten Tulang Bawang Barat Sayu Made Budiarni, SP, M. P. Dalam arahannya ditekankan pentingnya kebersamaan petani melalui kelompok dan korporasi untuk memperkuat posisi tawar, meningkatkan skala usaha, serta menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan. Ketua Tim Kerja Kabupaten Tulang Bawang Barat, Rahmat, juga mendorong agar dukungan ICARE mampu menciptakan perputaran bisnis di tingkat koperasi dan memberikan dampak nyata bagi anggotanya.
Pada sesi teknis, peserta mempelajari konsep pertanian sirkular melalui integrasi padi dan ternak. Jerami dan dedak padi dapat diolah menjadi sumber pakan ternak, sementara kotoran ternak dimanfaatkan menjadi pupuk organik untuk dikembalikan ke lahan pertanian.
Integrasi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap input dari luar, menekan biaya pakan dan pupuk, meningkatkan efisiensi usaha tani, menjaga kesuburan tanah, sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bagi petani.
Inilah semangat pertanian sirkular: tidak ada yang terbuang—limbah menjadi sumber daya, sumber daya menjadi nilai tambah, dan nilai tambah menjadi pendapatan petani.