BBPSMP Perkuat Kemandirian Perbengkelan Alsintan, Dukung Korporasi Petani Menuju Pertanian Modern
Dalam rangka mendukung pengembangan korporasi petani melalui ICARE (Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment) sekaligus mendukung swasembada pangan, Balai Besar Pengembangan Sistem Modernisasi Pertanian (BRMP Sistem) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen dan Perbengkelan Alsintan di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahapan pada hari pertama berlangsung di Kantor Kecamatan Lalabata, Soppeng, dengan agenda pembekalan manajemen alsintan dan pengelolaan perbengkelan. Sementara hari kedua dilanjutkan dengan praktik perbengkelan di Sekretariat UPJA SALAMAE, Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa.
Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng, H. Asis, S.Hut., M.Si., saat membuka kegiatan menekankan pentingnya peningkatan kapasitas SDM dalam pengelolaan alsintan. Menurutnya, Kabupaten Soppeng memiliki sekitar 600 unit alsintan, namun sekitar 60 persen di antaranya dilaporkan tidak dapat beroperasi. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah keterbatasan tenaga ahli atau mekanik yang mampu melakukan perawatan dan perbaikan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengadaan alsintan harus dibarengi dengan kemampuan pengelolaan dan pemeliharaan. Alsintan yang tidak dirawat berisiko mengalami kerusakan lebih berat dan kehilangan fungsi sebelum masa pakainya berakhir. Karena itu, peserta didorong untuk memiliki rasa memiliki (sense of belonging) terhadap alsintan yang dikelola. Perawatan berkala perlu dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab dalam menjaga aset dan memastikan mesin selalu siap mendukung kegiatan usaha tani.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi manajemen alsintan untuk bisnis berkelanjutan oleh Bayu Adirianto (Polbangtan Bogor), dengan fokus pada pengelolaan perbengkelan sebagai layanan jasa yang efisien dan bernilai ekonomi. Pada hari kedua, peserta mengikuti praktik perbengkelan combine harvester di Sekretariat UPJA SALAMAE bersama Aiman Sinthar, S.Sos. (CV. Rahma Tani 35), meliputi pemeriksaan, perawatan, dan penanganan gangguan teknis. Kegiatan ini diharapkan meningkatkan kompetensi operator dan mekanik serta memperkuat pengelolaan alsintan yang berkelanjutan di tingkat daerah.
Melalui kegiatan ICARE, BRMP Sistem mendorong kelompok tani dan UPJA agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengelola aset, menyediakan layanan perbengkelan, dan mengembangkan usaha alsintan secara mandiri. Dengan penguatan kapasitas SDM, pengelolaan aset yang lebih baik, serta kemampuan teknis yang semakin meningkat, pemanfaatan alsintan diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih optimal bagi petani dan memperkuat langkah menuju pertanian modern yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.